bekerja

Hidup itu perjuangan dan bekerja keras, semua aktifitas kita harus diperjuangkan, tanpa diperjuangkan kita tidak akan pernah melihat hasilnya. Seandainya hasil itupun ada tidak akan pernah sesuai dengan impian kita, hasilnya tidak memuaskan, kita kecewa, kita tidak bahagia. Ketika kita akan menanam tanaman misalnya, anggrek, kita harus berjuang agar tanaman kita bisa tumbuh subur dan berbunga dengan indah, perjuangan kita untuk menghasilkan anggrek yang cantik dan subur , kita harus membaca buku tentang merawat anggrek, merawat setiap hari, memberi pupuk agar anggrek tersebut tumbuh subur dan berbunga dan semua itu membutuhkan perjuangan. Selain perjuangan dalam meniti kehidupan, bekerja keras sangat diperlukan agar hidup kita sesuai dengan impian kita, sebagai muslim impian terbesar kita adalah bebas dari api neraka, banyak cara untuk mempersiapkan kehidupan kita yang sementara ini, ya bekerja keras, untuk bisa sholat lima waktu tepat waktu kita harus berjuang dan bekerja keras, saat adzan berkumandang kita harus berjuang untuk segera bergegas kemasjid dan itu butuh perjuangan, karena tanpa perjuangan kita akan tetap asyik untuk melakukan aktifitas dunia.
Dunia yang Allah ibaratkan seperti sayap nyamuk, ya seperti sayap nyamuk, dunia yang bisa menyesatkan kita, dunia yang seperti fatamorgana yang tidak kekal yang hanya permainan saja. Hidup yang akan kita jalani adalah hidup yang sesuai dengan tuntunan agama Islam, hidup yang barokah. Tidak bisa kita menjalani kehidupan ini hanya dengan santai tidak belajar, menuntut ilmu, berjuang melawan hawa nafsu, berjuang menegakkan amar makruf nahi munkar, berjuang untuk menentukan pilihan yang sesuai dengan Rosulallah Saw, ya kita harus memperjuangkan itu semua dan kita harus bekerja keras. Bekerja keras menuju kejalan Allah, suka tidak suka kita sedang bekerja keras menuju Allah, jadi mari terus berjuang dan bekerja keras dalam mengisi kehidupan yang hanya sementara ini dengan ikhlas .Dan inshallah hidup kita akan bahagia yang sebenarnya dan kita akan selamat dunia akherat aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *