MPLS Tahun Pelajaran 2019/2020

  • by

MPLS

Hari ini, Senin (15/7) merupakan hari pertama masuk sekolah bagi seluruh siswa-siswi di Indonesia setelah libur panjang. Memasuki hari pertama, para peserta didik baru akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk mendukung proses pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Kegiatan MPLS di SMKN 2 Bawang dilaksanakan selama 3 hari yaitu dari tanggal 15 sampai 17 Juli 2019. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari Peserta Didik, Guru, Karyawan dan beberapa Tokoh Masyarakat sekitar.

Sekolah sebagai rumah kedua bagi guru dan siswa bukan hal yang mustahil untuk dilaksanakan. Obsesi ini muncul karena fenomena dunia pendidikan saat ini tampak dibebani materi pelajaran yang terlalu sarat dan padat akibatnya pelaku pendidikan baik guru maupun siswa menjadi jenuh yang pada muaranya menjadi tersiksa dan enggan pergi ke sekolah. Oleh karena itu melalui kegiatan MPLS hendaknya mampu membuat peserta didik untuk mengenal sekolahnya dan dapat segera menyesuaikan diri untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua.

Mengacu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan pada Satuan Pendidikan dan peraturan perundang-undangan lainnya. Jika terjadi pelanggaran, apabila pelanggaran sangatlah berat, kepala sekolah terancam dicopot dan siswa yang melakukan di-drop out dari sekolah! Jika mengacu pada Permendikbud, contoh kegiatan dan atribut yang dilarang dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah:

  • Tas karung, tas belanja plastik, dan sejenisnya
  • Kaos kaki berwarna-warni tidak simetris, dan sejenisnya
  • Aksesoris di kepala yang tidak wajar
  • Alas kaki yang tidak wajar
  • Papan nama yang berbentuk rumit dan menyulitkan dalam pembuatannya dan/atau berisi konten yang tidak bermanfaat Atribut lainnya yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran

Sedangkan aktivitas yang yang dilarang untuk dilakukan selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah:

  • Memberikan tugas kepada siswa baru yang wajib membawa suatu produk dengan merek tertentu
  • Menghitung sesuatu yang tidak bermanfaat (menghitung nasi, gula, semut, dsb)
  • Memakan dan meminum makanan dan minuman sisa yang bukan milik masing-masing siswa baru
  • Memberikan hukuman kepada siswa baru yang tidak mendidik seperti menyiramkan air serta hukuman yang bersifat fisik dan/atau mengarah pada tindak kekerasan
  • Memberikan tugas yang tidak masuk akal seperti berbicara dengan hewan atau tumbuhan serta membawa barang yang sudah tidak diproduksi kembali
  • Aktivitas lainnya yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran

Jadi, sebagai peserta didik baru jangan angguk-angguk dan “nrimo” kegiatan MPLS di sekolah begitu saja. Selain mengikutinya dengan sepenuh hati, juga harus mengkritisi jalannya kegiatan MPLS di sekolahmu dan apa manfaatnya untukmu dalam mengakrabkan dan menyamankan diri dengan lingkungan baru serta pengembangan diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *